Bisakah Diving dan Snorkling Jika Tidak Bisa Berenang?

Liburan ke pantai pasti tidak lengkap rasanya jika tidak bermain air. Melihat jernihnya air laut siapa yang kuat menahan diri untuk tidak menceburkan diri, entah sekedar mencelupkan kaki, bermain air atau berenang bersama ikan ikan warna warni yang siap menemani mengamati terumbu karang unik dan menawan, seperti sedang berenang di dalam akuarium raksasa. Seru sih tapi bagaimana kalau saya tidak bisa berenang. Tenang jangan sedih, gunda gulana apalagi sampai bunuh diri. Bagi yang tidak bisa berenang kalian masih bisa menjelajahi pesona bawah laut dengan snorkeling. Sebelum membahas bagaimana bersnorkeling aman bagi pemula saya akan berbagi informasi terlebih dahulu mengenai perbedaan snorkeling dengan diving.

DIVING

Diving adalah kegiatan bertahan di dalam air dengan atau tanpa alat bantu pernafasan. Menyelam tanpa alat bantu pernafasan biasanya dilalukan di permukaan seperti kegiatan snorkleling, atau menyelam ke kedalaman seperti selam bebas (Freedive). Menyelam dengan menggunakan alat bantu pernasafasan biasa di kenal dengan istilah Scuba Dive.

SNORKELING

29096210_433880460374878_9183584559336259584_n(1)

Snorkeling (selam permukaan) atau selam dangkal (skin dive) berenang menggunakan peralatan berupa snorkle ( Selang J) dan Google ( Masker Selam). Kedua alat ini diperlukan untuk membantu bernafas lebih lama dan melihat lebih jelas di permukaan air. Saat berenang, perenang tidak harus mengangkat kepala ke permukaan untuk bernafas, cukup dengan mulut melalui selang J ( Snorkle). Selain itu penyelam atau perenang menggunakan fin (kaki katak/ sirip selam) untuk menambah daya dorong pada kaki jadi tidak mudah capek jika berenang dengan jarak yang cukup jauh. Bagi penyelam yang belum bisa berenang atau tidak bisa mengapung dapat mengunakan life vest ( pelampung ) saat bersnorkeling. Tidak diperlukan pendidikan dan keahlian khusus untuk melakukan kegiatan snorkeling, siapapun dapat menikmatinya.

FREEDIVE

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Freedive adalah kegiatan menyelam tanpa alat bantu pernafasan, penyelam biasanya menyelam tanpa bernafas ke dasar laut dengan durasi yang berbeda beda sesuai dengan kemampuan masing masing penyelam. Kegiatan ini tergolong dengan olahraga ekstrim karena di perlukan keahlian khusus, dan latihan rutin serta wajib bisa berenang. Alat alat yang digunakan hampir sama dengan kegiatan snorkeling, perbedaan terletak pada fin yang lebih panjang dan baju selam (wetsuit) jika dirasa suhunya lebih dingin. Kegiatan freedive biasanya dilakukan untuk mengukur kemampuan diri sendiri. Kegiatan yang dilakukan free divers diantaranya adalah: Spearfishing (menangkap ikan menggunakan tombak), Fishing, Fotografi dan Lomba.

SCUBA DIVE

22158830_1292340507578785_1983767410301206528_n

Scuba Dive adalah kegiatan menyelam dengan menggunakan alat bantu pernafasan untuk berada dibawah air dalam waktu lama untuk bersenang-senang (berekreasi). Kata SCUBA merupakan sebuah akronim dari “Self Contained Underwater Breathing Apparatus”, seringkali di artikan Perangkat Bernapas Bawah Air yang Berdiri Sendiri. Biasanya terdiri dari tabung nitrogen atau nitrox, regulator, BSD (Buoyancy Control Device), dan Weight Belt serta Skin Equipment berupa Masker, Snorkle, Wetsuit dan Fin alat tambahan lain berupa dive comp, sosis dan ada beberapa lainnya saya lupa.

Pada kegiatan Scuba apakah harus bisa berenang, mari lihat kembali tujuannya apa? Hanya sekedar ingin mencoba bagaimana bernafas di bawah air atau bertujuan untuk berkelanjutan sebagai hobi atau professional underwater photography misalnya. Jika hanya sekedar mencoba merasakan bagaimana rasanya bernafas di bawah air, tidak perlu bisa berenang. Teman-teman akan ditemani oleh Instruktur diving selama kalian melakukan aktivitas ini. Kegiatan ini kita kenal sebagai Discover Scuba Diving (versi PADI) atau try diving atau introductory diving dan banyak lagi istilah lain yang keren-keren. Tapi jika kalian berniat untuk mendapatkan sertifikat diving, maka jawabannya YA. Tidak perlu jago berenang seperti seorang atlet, cukup bisa berenang saja, karena ini adalah faktor utama tidak panik di dalam air. Syarat mutlak semua kegiatan menyelam adalah DONT PANIC”.

Tips snorkeling bagi pemula dan atau bagi yang tidak bisa berenang.

  1. Pada Saat di Permukaan atau di Perahu
    • Periksalah perlengkapan snorkeling apakah berfungsi dengan baik, Snorkle apakah ada kebocoran pada selangnya, tali pengkait snorkle dengan masker apakah sudah terpasang dengan sempurna.
    • Cobalah tempelkan masker muka cobalah menahan nafas, dan turunkan wajah anda jika tidak terjatuh maka masker sesuai dengan wajah dan berfungsi dengan baik. Pastikan tidak ada rambut, kerudung, ikat kepala menghalangi masker ke dasar kulit karean penggunaan masker yang tidak tepat akan menyebabkan masuknya air ke dalam masker dan tentunya akan menggangu .
    • Pastikan ukuran Fin sesuai dengan kaki biasanya lebih besar satu ukuran dari ukuran sepatu yang biasa di pakai.
    • Pastikan life vest layak pakai dan dilengkapi dengan pluit.
    • Sebelum masuk ke laut cobalah beberapa saat untuk bernafas melalui selang snorkel agar terbiasa. pada dasarnya cuma memindahkan cara kita menarik nafas, yang sebelumnya dihirup dan dikeluarkan lewat hidung menjadi lewat mulut melalui selang snorkel. Jadi bernafaslah seperti biasa dan untuk sementara waktu non aktifkan hidung, karena jika bernafas melalui hidung akan menyebabkan masker berembun ( Blur).
  2. Di dalam air atau Laut
    • Berdoa, Relax, jangan gugup dan panik ( Belanda masih jauh)
    • Cobalah untuk di daerah dangkal sebelum masuk ke daerah yang berkarang sampai mulai terbiasa dengan peralatan yang ada.
    • Lihatlah kondisi laut lokasi snorkeling kita,seperti suhu air, gelombang dan terutama arah arusnya. Masuklah ke air darimana arus mulai mengalir dan jangan melawan arus agar tidak capek.
    • Bagi yang pertama kali memakai fin biasanya akan tidak nyaman dengan alat bantu tersebut, namun ketika terbiasa maka akan lebih mudah ketika untuk membantu pergerakan di dalam air.
    • Sesekali tengoklah ke atas jangan sampai terlalu terlena oleh keindahan, lihatlah arah anda jangan sampai tertabrak perahu atau terlalu jauh terpisah dari rombongan.
    • Kenalilah beberapa ikan dan binatang yang berbahaya didalam laut, jangan sampai kesenangan berubah menjadi bencana karena ketidaktahuan kita.
    • Apabila Masker terlanjur berembun cara membersihkannya adalah masukan sedikit air ke dalam masker kemudian goyang-goyangkan air tersebut di kacanya, setelah bersih keluarkan air dengan cara menekan di bagian atas masker kemudian hebuskan udara dengan keras melalui hidung.
    • Apabila air masuk ke dalam selang snorkel maka hembuskan udara (tiup kuat-kuat) melalui mulut agar airnya keluar. Jangan diminum, ntar darah tinggi.
    • Pakailah baju yang berwarna cerah agar terlihat (ketika berfoto), bagi yang tidak tahan dingin bisa dengan memakai wetsuit yang biasanya disewakan di tempat penyewaan.
  3. Naik kembali ke Perahu.
    • Kalungkan masker ke leher agar tidak terjatuh
    • Buka fin terlebih dahulu baru naik ke atas perahu.
  4. Marilah menjadi Snorkeler yang bertanggung-jawab.
    • Berhati-hatilah dengan kaki katak yang di pakai ketika di dalam air, jangan sampai tersentuh dan merusak terumbu karang.
    • Jangan menyentuh semua makhluk yang ada di dalam laut. Baik itu terumbu karang, ikan sampai mahluk laut lainnya seperti penyu atau bintang laut.
    • Apalagi sampai berdiri di atas karang untuk beristirahat. Kalau ingin berisitihat cukup diam saja, dan bernafaslah dengan teratur, kalian akan tetap ngambang kan pakai pelampung. Bagi yang mahir berenang pun kan bisa ngambang.

Selamat liburan!!! Jadi kapan nih liburan ke Pantai bersama. hehehe #kode

Iklan

Etika Saat Berenang, Snorkling, Diving dan Beraktifitas Di Laut

File0397-01

Pantai ataupun laut merupakan salah satu tempat penghilang segala kepenatan dan sesaknya ibu kota. Vitamin Sea banyak yang menyebut laut seperti itu. Bagi saya laut itu penyembuh, menikmati birunya air laut, putihnya buih ombang, halusnya pasir pantai, langit biru di hiasasi awan putih yang bergumpal-gumpal merupakan terapi ampuh untuk menghilang sejenak, melepaskan segala beban, hidup tanpa memikirkan apapun. Apalagi kalau sudah bertemu dengan ikan ikan lucu, rasanya ingin mengejar dan mengikuti ikan berenang dan bertandang kerumahnya. Ah jadi pengen main ke Bikini Bottom bertemu Patrick Star, Mr.Krabs, Squidward Q. Tentacles, Mrs. Puff’s, Garry, Pearl Krabs, Larry the Lobster, atau ngusilin Nemo di rumahnya (Anemon), ketemu Bapaknya Nemo ,teman temannya Nemo dan Miss Dory.

Asyik ya seru ya, tapi kadang suka sedih jika snorkling di laut melihat para pengunjung yang cuma mau kasih makan akun IG atau pun guide yang bertujuan komersil saja. Sadar ga ya kalau tidak di jaga tempat wisata itu tidak menarik lagi dan pengunjung akan berkurang atau malah habis karena sudah tidak menarik.

Etika Diving atau Snorkling Agar Tidak Merusak Biota Laut

Berikut beberapa etika menyelam, baik diving maupun snorkeling yang wajib diketahui dan diaplikasikan saat berwisata:

  1. Jangan membuang sampah
  2. Hindari menggunakan sampo dan sabun sachet
  3. Gunakan sunscreen yang tidak mengandung Oxybenzone
  4. Gunakan skin cream dan insect repellent yang aman bagi lingkungan sehingga tidak merusak koral
  5. Bawa botol minum sendiri
  6. Bawa tas yang bisa digunakan berkali-kali
  7. Gunakan barang-barang yang bisa dipakai beberapa kali
  8. Hindari menggunakan produk kecantikan yang mengandung microbeads (butiran-butiran kecil misal pada sabun dan sampo)
  9. Jangan menginjak koral
  10. Pastikan seluruh peralatan selam aman dan tidak berada terlalu dekat dengan koral
  11. Jangan memberi makan, menyentuh, atau menangkap biota laut
  12. Hindari mengoleksi suvenir berbahan biota laut, karena bisa jadi barang tersebut adalah ilegal
  13. Laporkan aktivitas ilegal dan sejenisnya kepada pemerintah setempat
  14. Dukung eco-tourism
  15. Jangan mengambil sampah yang telah ditumbuhi koral.

Etika Diving, Snorkling atau Berenang Bersama Whale Shark (Hiu Paus)

Direktorat Jendral Pengelolaan Ruang Laut Kementriann Kelautan dan Perikanan Lewat Dijjen KP3K- KKP mengelurakan Pedoman Wisata Hiu Paus:

  1. Jumlah perahu/kapal untuk melakukan wisata hiu paus harus dibatasi dan telah memiliki izin resmi dari pengelola. Jangan sampai kamu menyewa kapal biasa untuk seorang diri menghampiri hiu paus, ya.
  2. Kecepatan perahu/kapal saat mendekati hiu paus haruslah 10 knot di jarak 1 mil dan 2 knot di jarak 50 meter.
  3. Perahu/kapal harus berhenti pada jarak minimum 30 meter dari hiu paus. Durasinya per perahu/kapal pun diatur: 15 menit untuk berenang atau menyelam dengan hiu paus dan 60 menit untuk sekedar menonton dari kapal (whale shark watching).
  4. Jumlah maksimal penyelam adalah 7 orang; 6 orang wisatawan dan seorang pemandu.
  5. Pemandu harus turun ke terlebih dahulu secara perlahan sebelum akhirnya diikuti seluruh peserta satu per satu.
  6. Tidak boleh megejar ataupun menyentuh hiu paus. Biar bagaimana pun jinaknya, hiu paus tetap hewan liar yang bisa berbahaya jika merasa terancam. Hiu paus juga punya sisik yang tajam dan kibasan ekornya sangat kuat dan dapat berbahaya jika kamu berenang terlalu dekat.
  7. Memberi makan hiu paus saat menonton atau menyelam tidak diperbolehkan karena akan mengubah pola hidup hiu paus dan membahayakannya. Kebiasaan memberi makan ini akan membuat hiu paus terbiasa diumpan dan memudahkan para pemburu hiu paus menangkapnya.
  8. Selama menyelam kamu tidak boleh membuat gerakan yang mengagetkan, bersuara keras, atau mengganggu hiu paus.
  9. Dilarang memotret hiu paus dengan menggunakan lampu kilat.
  10. Penggunaan peralatan selam hanya dibatasi untuk dua orang dalam satu grup. Dan, sebenarnya, kamu disarankan untuk snorkeling saja, tidak perlu menggunakan scuba set.
  11. Jika ada hiu paus mendekat, jangan panik. Tetap berenang perlahan ke samping untuk berusaha menjauh.
whale-shark-tour-guidlines-pic
Code of conduct dari WWF

Tau Kah Kamu

Karang

Karang masif membutuhkan waktu 1 tahun untuk dapat tumbuh setengah centimeter. Sedangkan karang bercabang mampu tumbuh tujuh centimeter pertahun. Karang masif merupakan karang yang tahan terhadap perubahan lingkungan dan bisa berumur hingga ratusan tahun. Pertumbuhan karang dimulai dari proses reproduksi, dari hasil pembuahan akan menghasilkan larva. Sekumpulan karang tersebut disebut terumbu karang. Manfaat terumbu karang adalah sebagai sumber makanan ikan karena mengandung protein yang tinggi.

Klo patah 5 cm butuh berapa tahun ya untuk tumbuh???

Bintang Laut

Hewan ini sangat unik dan luar biasa, dan lebih cepat dibandingkan hewan siput dan sloth. Bintang laut juga memiliki sekitar 1500 spesies, namun sebagian besar dari mereka tidak bisa bergerak secara cepat. Hewan yang berkulit seperti bintang ini bergerak pada kecepatan hanya 15 cm (6 in) per-menit. Akan tetapi hewan berbentuk bintang yang berada di pasir dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan rejan 2,8 meter (9 ft 2 in) per-menit. Itu berarti kecepatan hewan ini sekitar 0,168 kmph (sekitar 0,1 mph).

Klo di angkat ke permukaan untuk foto narsis trus di kembalikan lagi butuh berapa lama ya untuk mencari tempat yang PEWE???

Terakhir liat video Bintang Laut jalan Yuk! disini

Marilah kita menjadi wisatawan yang bijak dan cerdas, di gunung ada selogan jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu, di laut ada selogan “boleh di lihat tidak boleh di pegang apalagi di bawa pulang” apalagi klo belum halal lebih baik jangan. 🙂

Goa Buniayu: Naruto Si Tukang Gali Sumur

April 2015, berawal dari tidak tau weekend mau kemana saya mengamini ajakan Sari ke Buniayu. “Buniayu? Itu daerah mana ya Sar, kita kesana Ngapain?” saya bertanya ke Sari. ” Kita Caving Un susur goa gitu seru deh pokoknya.” Ooo Caving belum pernah nih saya, baiklah mari di coba berbicara dengan diri sendiri.

Kali ini kami ikut open trip, jadi tidak perlu repot-repot memikirkan transportasi, akomodasi dan lainnya. Seperti biasa kami jalan jumat malam dan ketemuan di Kebon Nanas Tangerang jam 22.00 WIB. Kebon Nanas Tangerang ya, bukan di UKI. Karena teman saya Tri salah tempat nunggu di UKI pantesan sudah jam 23.00 tidak sampai – sampai padahal di WhatsApp Messenger sudah berkabar kalau doi sudah sampai dari jam 21.00 WIB jelas saja saat saya sampai di lokasi Meeting Point Si Tri tidak kelihatan batang hidungnya. Setelah debat dengan Tri melalui telepon dan sedikit emosi akhirnya Bang Jams Team Leader kami berbaik hati untuk menjemput Tri ke UKI.

Kami sampai di Buniayu jam 05.00 WIB saya melanjutkan tidur di saung sampai waktu sarapan tiba, isi ulang tenaga dulu persiapan susur goa nanti. Setelah sarapan dan alat alat sudah siap, lengkap di pakai, kami siap menyusuri goa, briefing di mulai jam 08.00 WIB, pada saat briefing di jelaskan detail dari perjalanan kami selama emapat jam di dalam perut bumi tersebut. Kami menyusuri Goa Vertikal dengan kedalaman kurang lebih 25 meter dengan panjang 3 Km, “Menarik!!”, saya berkata dalam hati.

Meyusuri Goa Vertical atau Goa Kerek

Untuk masuk kedalam goa ini wajib memakai peralatan khusus seperti wearpack, headlamp, sepatu bot, helm dan sarung tangan. Wearpack yang saya pakai waktu itu kombinasi warna orange dan biru seperti pakaian Naruto. Dari saung ke mulut Goa kita perlu berjalan beberapa meter, sesampainya di mulut goa kami diturunkan dengan tali satu per satu. Mulut goa seperti tutup botol dibagian atasnya berupa lubang, hanya dapat dimasuki satu orang saja, sehingga 15 peserta harus antri untuk memasuki goa tersebut. Kami diturunkan dengan tali pengerek yang sudah di sambungkan ke Harness yang melekat di tubuh peserta, setelah digantung bergelantungan menggunakan tali, peserta diturunkan perlahan sampai kepermukaan goa, tinggi dari mulut goa sampai dengan permukaan adalah kurang lebih sekitar dua meter. Saat sampai di permukaan goa saya takjub ternyata permukaannya cukup lebar dan saya sudah disambut dengan irama gemuruh gemericik air sungai yang mengalir di bawah tanah.

TURUN KEPERMUKAAN GOA DENGAN TALI KEREKAN / RAPPELING

Goa Kerek ini memiliki empat tingkatan kedalaman, mulai dari tingkat 1 sampai 4 semakin besar angkanya berarti semakin dalam. Kami berjalan menyusuri lorong panjang yang gelap dengan mengandalkan penerangan headlamp dan boom yang dipakai oleh guide. Boom adalah semacam lampu penerangan seperti headlamp tetapi sumber cahayanya dari api. Fungsinya adalah untuk mengetahui kadar oksigen yang ada di goa, jika tidak ada oksigen apinya tidak menyala.

Paimalala Journey Goa Buniayu -Meyusuri Goa Vertical atau Goa Kerek - Turun Goa (4)
BOOM yang saya maksud adalah yang di pakai Bapak ini.

Beberapa menit setelah semua peserta mendarat di dasar goa, kami memulai penelusuran ke lorong panjang dengan medan yang licin dan bebatuan tajam. The Journey Begins! Berada diperut bumi ini saya seperti sedang berada di film Alice in Wonderland (ngayal) menemukan hal-hal yang menakjubkan. Sepanjang mata memandang kita akan di suguhi Stalaktit dan Stalagmit yang berdiri kokoh, butiran-butiran Kalasit seperti salju yang apabila terkena cahaya bersinar indah, tetesan air yang menjadi bentuk abstrak unik dan beberapa dinding goa jika di tabuh berbunyi seperti gong. Didalam goa ini juga terdapat fauna seperti seperti laba-laba buta, jangkrik buta yang memang tidak membutuhkan cahaya untuk hidup. Sungguh besar kuasa Allah bahkan di dalam kegelapan ada keindahan.

Setelah puas memotret, selfie, dan menabuh dinding goa kami sampai ke tingkat ke empat. Di tingkat keempat ini kami beberapa kali harus menuruni medan yang cukup tinggi dan curam serta aliran air yang cukup deras setinggi pinggang orang dewasa. Jika malas untuk berjalan kaki kita bisa berenang atau body rafting, tetapi harus selalu waspada ya dan ikuti kata guide-nya, nanti malah hanyut di bawa arus ke dasar goa.

P4260547.JPG

Setelah melalui aliran air, lorong goa perlahan lahan mengering di titik ini tepat di kedalam 25 meter kami menikmati kegelapan abadi selama 6 detik, bertafakur alam merasakan bagaimana nanti jika di kebumikan, sendirian tanpa siapapun hanya amal ibadah yang menjadi penolong. Mendadak tobat ingat dosa-dosa. Si Bapak pun berkata:

“Kenalilah perut bumi sebelum kau di kebumikan”

P4260703.JPG
MENUJU KEGELAPAN ABADI

Rintangan terakhir adalah melalui genangan lumpur yang lengket setinggi betis. Disini kita harus bekerja sama untuk saling berpegangan dan mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengangkat kaki yang sudah terkubur oleh lumpur. Di akhir penelusuran setelah melewati lumpur goa akan semakin mendaki dan pada akhir perjalanan kami melewati tangga bambu untuk sampai ke mulut goa. Hati-hati licin karena sepatu boot sudah berkubang dengan lumpur.

Sesampai di mulut goa kami sudah di sambut dengan beberapa botol air mineral, keluar dari mulut goa penampakan kami persis seperti tukang gali sumur berbalurkan lumpur. Inilah Naruto si Tukang Gali Sumur. Untuk bersih bersih kami di bawa dengan mobil pick up ke curug Bibijilan.

BEFORE AFTER

Curug Bibijilan hanya berada beberapa meter saja nama air terjun atau curug Bibijilan tersebut berasal dari nama lokasinya berada, yaitu kampung Bibijilan. Nama Bibijilan itu sendiri berasal dari kata biji (dalam bahasa Sunda) yang memiliki arti keluar, jadi kata Bibijilan ini artinya tempat keluar, nah dari kata tersebut Curug Bibijilan adalah air terjun yang airnya keluar dari sungai bawah tanah.

IMG-20150427-WA0192.jpg
BERSIH BERSIH DI CURUG BIBIJILAN

Membersihkan badan yang dipenuhi dengan lumpur di kawasan wisata Curug Bibijilan sambil menikmati air terjun yang dingin dan menyegarkan badan, sehingga rasa lelah dan letih pun hilang terbasuh derasnya aliran air terjun. Setelah puas main air dan kedinginan kami kembali ke saung untuk menganti pakaian, pulang ke peradaban.

Mengenal Kawasan Konservasi Perairan Di Indonesia

“Indonesia dan kekayaan alamnya di yakini oleh banyak orang sebagai potongan surga yang di anugrakan oleh Tuhan, mempunyai kurang lebih 17.000 pulau yang menyebar dari sabang sampai merauke dan 2/3 wilayah Idonesia adalah perairan. Bahkan waktu 50 Tahun di lakukan berturut-turut untuk menjejahi semuanya tidak akan cukup.” Bang John biasa di Pangggil BJ Instruktur Diving saya berkata demikian. Taman Nasional Laut yang terdaftar di Indonesia ada sekitar 7 itu yang diketahui , dipublikasi dan merupakan tempat konservasi. Yang belum terdata? Sangat banyak dan ekosistem disana pun pasti lebih indah. BJ melanjutkan pembicaraan. Beliau memang sudah menyelem di banyak tempat di Indonesia, data penyelamannya sudah di angka ribuan. Dan mendengarkan beliau berbicara seperti sedang mendongeng, saya dengan fokus menyimak cerita BJ pada saati itu di selang waktu makan siang sehabis latihan.

Berbekal dari cerita BJ saya penasaran untuk mengenal lebih lanjut mengenai Taman Nasional Laut tersebut. Dari Informasi kawasan konservasi perairan Indonesia Taman Nasional Laut merupakan kawasan konservasi perairan, yang di kelompokkan menjadi

  1.  KAWASAN KONSERVASI LAUT – INISIASI KEMENTERIAN KEHUTANAN

    1. Taman Nasioanal Laut (TNL)
    2. Taman Wisata Alam Laut (TWAL) 
    3. Suaka Margasatwa Laut (SML) 
    4. Cagar Alam Laut (CAL) 
  2. KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN LAUT – INISIASI KEMENTERIAN KELAUTAN, PERIKANAN DAN PEMERINTAH DAERAH

    1. Taman Nasional Perairan (TNP)
    2. Suaka Alam Perairan*) (SAP)
    3. Taman Wisata Perairan (TWP)
    4. Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD)
    5. Upaya Konservasi Kawasan

1.1 Taman Nasional Laut (TNL)

1. Taman Nasional Laut (TNL)

1.2 Taman Wisata Alam Laut (TWAL)

taman-wisata-alam-laut-twal-part-1-e1521359515186.jpgtaman-wisata-alam-laut-twal-part-2-e1521359544753.jpg

1.3  Suaka Margasatwa Laut (SML)

Suaka Margasatwa Laut (SML)

1.4  Cagar Alam Laut (CAL)

cagar-alam-laut-cal.jpg

2.1   Taman Nasional Perairan (TNP)

TNP

2.2   Suaka Alam Perairan*) (SAP)

SAP

2.3 Taman Wisata Perairan (TWP)

twp1.jpg

 

2.4   Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD)

KKPDLanjutan KKPDLanjutan KKPD2lanjutan-kkpd32.jpgLanjutan KKPD4Lanjutan KKPD5lanjutan-kkpd61.jpglanjutan-kkpd71.jpglanjutan-kkpd81.jpglanjutan-kkpd101.jpglanjutan-kkpd111.jpg

2.5  Upaya Konservasi Kawasan

upaya-konservasi-kawasan.jpg

Dari sekian banyak pulau sedikit sekali yang baru saya kunjungi, mungkin seumur hidup saya tidak akan cukup untuk menyunjungi semuanya. Biaya dan waktu pun sangat susah di negosiasikan apalagi  untuk saya sebagai perempuan yang banyak sekali kendalanya. Mulai dari ijin dari orang tua, keluarga dan lain lain.

 

 

Dari Diver Teh Celup Sampai Ber-license

Bali merupakan surga bagi para traveler, setiap hari objek wisatanya selalu ramai di kunjungi oleh turis Domestik dan Internasional. Di Bali objek wisata terbilang lengkap mulai dari wisata budaya, wisata pengunungan, air terjun, goa dan laut. Watersport merupakan kegiatan yang banyak di minati bagi para pelancong, salah satunya adalah teman saya ” Macil”. Pada bulan Desember tahun 2014 saya dan Macil berlibur ke Bali ditodong buat menemani lebih tepatnya, tujuan utama Macil adalah mencoba diving di Bali. Tapi kami berdua belum mempunyai sertifikat untuk diving, maka untuk persiapan kita mencoba TSD (Try Scuba Diving) di salah satu DC ( Dive Center) yang berada di kolom renang senayan sekarang sudah pindah. Pada saat TSD kita dikenalkan pada alat alat dive dan cara menggunakannya, teori dasar selam yang aman serta pentingnya bersertifikat. Masalahnya untuk memperoleh sertifikat di perlukan waktu 2-3 bulan dan biayanya juga lumayan menguras dompet. Apalagi bagi traveler backpacker seperti saya. hehehe

Berbekal pengetahuan dari TSD kami nekad mencoba diving di Tanjung Benoa, saya lupa operator kegiatan di sana apa namanya, yang pasti jauh dari yang kami bayangkan. Sampai di lokasi kami bertemu dengan Sashi, saya dan Macil berkenalan karena kami akan dive bersama. Sambil menunggu alat dan perahu siap kami ngobrol dengan Sashi, yang ternyata dia berasal dari Jakarta dan sedang Flue Berat. Hidung Mampet kepala agak sedikit pusing, dan kami spontan bilang klo Flue parah kek gini ga boleh dive, tapi guide kami membolehkan, katanya tidak bahaya, dan Sashi akhirnya memutuskan untuk lanjut dive bersama kami. Masing – masing dari kami di tanya apakah sudah pernah dive sebelumnya kami bertiga kompak menjawab belum.

PENGENALAN ALAT

Pada saat TSD pengenalan alat dilakukan dengan membagikan 1 paket alat dive ke masing masing peserta, dive master (trainer) menjelaskan fungsi, cara merangkai, cara memakai dan kegunaan masing masing alat tersebut. Sebelum di pakai di kolam peserta di minta untuk mengecek kembali alat tersebut. Mulai dari BSD (Buoyancy Control Device)/ jaket pelampung apakah ada kebocoran, Regulator (alat untuk bernafas ,biasanya dilengkapi dengan pengukur kedalaman di sebelah kiri) apakah berfungsi dengan baik, tombol inflate and deflate (tombol untuk mengatur daya apung BSD) apakah berfungi dengan baik. Setelah semuanya dipastikan aman maka kami akan memasang alat tersebut dan mencobanya di dalam kolam kedalaman 5M. Di permukaan kolam kami memastikan kembali bahwa masker (google), regulator sudah dipakai dengan nyaman. Di Tanjung benoa semua itu tidak kami lakukan, pengenalan alat hanya di jelaskan secara singkat dengan menyebutkan nama dan kegunaan masing masing, dan kami langsung di ajak ke perahu. Saya dan Macil saling tatap dan kami seperti sama sama paham apa yang ada dalam kepala masing masing. “KOK KAYA GINI”. Tapi tetap lanjut, seperti terhipnotis.

DIVING

Sebelum ke perahu saya bertanya akan menyelam pada kedalaman berapa ke guidenya dan guidenya menjawab di 10M. Jika di 10m maka saya aman untuk membawa kamera Underwater, kamera Underwater yang saya bawa hanya bisa sampai kedalaman 15M. Untuk penyelam pemula kedalaman yang di perbolehkan hanya 18M. Sampai di spot dive kami melakukan persiapan pemasangan alat di perahu terlebih dahulu, dan kami turun dari perahu bergantian di mulai dari Sashi, Macil dan Saya. Setelah semuanya siap dan nyaman dengan peralatan masing masing kami di beri aba aba untuk turun kebawah (menyelam). Di bawah Sashi memberikan sinyal ada masalah, dari hand signalnya memberikan tanda kepalanya tidak nyaman ada masalah. Di luar dugaan guide kami malah menarik Sashi lebih dalam dan memfoto Sashi dengan Nemo sedangkan dia selalu memberikan tanda kalau kepalanya bermasalah. Setelah berfoto dengan Nemo Shasi dibawa kepermukaan, saya dan Macil di tinggal di kedalaman, saat itu saya cek di regulator, saya berada di kedalaman berapa, ternyata alatnya tidak berfungsi. Saya berusaha untuk tidak panik dan mendekati Macil, pada saat mendekati Macil kami baru sadar kami berada di Spot Sea Walker. Fiuuuh aman.

Beberapa saat kemudian guidenya menghampiri kami, kami diajak untuk menjelajahi spot tersebut sambil berfoto-foto. Pada saat sedang asyik di foto-foto kamera saya shutter sendiri berkali kali dan mati. Kesimpulan saya saat itu habis baterainya. Kenyataannya kami sudah di kedalaman lebih dari 15M. Jika kamera berada melebihi dari batas kemampuannya dia akan shutter sendiri dan tidak berfungsi.

KEMBALI KEPERMUKAAN

Baterai kamera habis saya dan Macil minta naik kepermukaan pada guide-nya. Kamipun naik perlahan kepermukaan dan sudah di tunggu oleh perahu yang kami tumpangi tadi. Sampai di atas perahu kami kembali ke darat untuk bilas dan bersih bersih. Pada saat bersih bersih saya bertanya ke Sashi tadi kenapa. Sashi menjelaskan kalau kepalanya sakit, telinganya sakit karena gagal equalize (menyetarakan pressure di gendang telinga), nah betul ternyata tidak diperkenankan untuk melakukan kegiatan dive pada saat sedang flue berat. Saya dan Macil sudah tidak bisa berkata kata.

Dari Diver Teh Celup Sampai Ber-license-Tanjung benoa.JPG
SeaWalker Tanjung Benoa

Di perjalanan menuju penginapan saya dan Macil kompak berkata “Kita harus ikut kelas untuk Ber-license untung ga mati.” dan kamipun tertawa. Menertawakan kebodohan kami. Sampai di Jakarta kami menceritakan kejadian tersebut ke Dive Master kami pada saat TSD Bang Sammy namanya, beliau hanya berkata “Sudah mengertikan pentingnya Ber-license dan seperti apa Diver Teh Celup yang sama maksudkan kemarin.” sambil tersenyum penuh arti.

MENGENANG MASA KECIL DI CURUG CIKONDANG

Malam Minggu siapa takut! Lebih serem mana melewati malam minggu tidak kemana mana atau menuruni air terjun setinggi 25 M dengan tali karamental? Kegiatan menuruni air terjun, tebing, jembatan dan lainnya dengan tali di kenal dengan istilah Rappeling.

Bulan April tahun lalu (15.04.17) saya lewati akhir pekan bersama teman teman BPJ (Backpacker Jakarta) ke Curug Cikondang One Day Trip. Kegiatan Rappeling ini dilakukan di Curug Cikondang terletak di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dari pusat kota Cianjur, jaraknya sekitar 37 kilometer dan hanya 7 km dari situs Gunung Padang. Curug Cikondang memiliki lebar 30 meter dengan ketinggian 50 meter. Kami tiba di Cianjur kurang lebih jam 13.00 WIB bertepatan dengan waktu makan siang. Jadi sebelum Rappeling kita makan dulu biar ada tenaga buat turun. Setelah istirahat, sholat dan makan kami siap untuk Rappeling, di lokasi sudah disiapkan peralatan yang di perlukan.

Cidondang Persiapan-SESAAT MENGENANG MASA KECIL DI CIKONDANG

Sebelum memulai kegiatan ini kami di bekali dengan pengenalan equipment, Safety Equipment, dan Safety Prosedure. Keamanan dan keselamatan kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab operator penyelenggara tetapi juga tanggung jawab peserta. Dengan diadakannya pengenalan tersebut peserta dan operator bisa saling mengingatkan jika peralatan tersebut tidak terpasang dengan baik atau malah kurang. Melawan ketakutan dengan menikmati derasnya debit air yang jatuh memacu jantung berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang (jadi nyanyi)

Kebetulan saya adalah peserta pasangan nomor dua sedangkan peserta Rappeling terdiri dari 8 pasang. Sambil menunggu peserta lainnya, saya dan Mela, Sherly dan Catur memutuskan kembali ke atas untuk melihat ekspresi teman teman saat akan menuruni air terjun. Saat melewati sawah kami menemukan tanaman perdu, tanaman itu mendadak memberhentikan langkah Kami. “Eh pada inget ga ini bunga apa, dulu buat bikin mahkota mahkota gitu ya“, kata ka Mela. Saya : “iya dirangkai gitu tapi lupa caranya”. Tiba tiba Ka Sherly sudah menggulung tangkai ilalang menjadi lingkaran. “Udah pake ini aja, tinggal disisipin bunganya”, kata ka Sherly. Akhirnya kami sibuk mengumpulkan bunga perlu tersebut dan merangkainya.

Seperti sudah menjadi kewajiban setiap trip pasti ada Sesi Foto keluarga (foto bersama), nah karena banyak teman teman yang masih berada di bawah, saya, Ka Mela, Ka Sherly dan Catur pun menyusul ke bawah, sesampainya di bawah saya bertemu dengan Bang Arief dan Ka Bree. “Itu apa?”, tanya Ka Bree kebetulan saya dan Ka Mela masih memegang mahkota bunga tadi. “Ini mahkota mahkotaan mau pake”, jawab kami. Lalu mereka berdua memakai mahkota tersebut, “Seperti orang Indian ya?”, kata Ka Bree.

IMG-20170415-WA0047.jpg

Lalu Bang Arief mengajak Ka Bree menari. Sebelumnya, pada saat saya dan Ka Mela merangkai makhota ada salah satu peserta yang melihat keanehan kami dan berkata : “ati ati Pea itu nular lo”. Dan ternyata memang menular ke peserta lainnya. Ini adalah

VIDEO PEA KAMI

Setelah selesai dengan ke PEAan kami, kami siap siap pulang dengan penuh canda tawa sambil menunggu dengan tidak sabar foto foto kami di bagikan oleh operator penyelengga Rappeling di akun facebook CORA (Corps Batara). Terima kasih Widi Hasdi Yatman atas foto foto kerennya dan para CP yang sudah ngurus akomodasi kami.